Melayani Nyonya Besar dan Nona Muda
💀 "AKU PEMBANTU DESA YANG MERANTAU KE KOTA. AKU MELAYANI NYONYA BESAR DAN PUTRI SEMATA WAYANGNYA. MEREKA BERDUA JATUH CINTA PADAKU. AKU BERCINTA DENGAN NYONYA DI MALAM SENIN, DAN DENGAN NONA MUDA DI MALAM SELASA. MEREKA TIDAK TAHU SATU SAMA LAIN. SAMPAI SUATU PAGI, KETIKA DUA TEST PACK MENUNJUKKAN DUA GARIS MERAH... NYONYA HAMIL. NONA MUDA JUGA HAMIL. DAN AKU, PEMBANTU MISKIN INI, ADALAH AYAH DARI KEDUA JANIN ITU." 💀
Aku tidak tahu mana yang lebih mengejutkan: ketika Nyonya Sara menangis di pelukanku dan berkata, "Fadli, aku hamil anakmu," atau ketika Amel, putrinya, juga menangis dan berkata, "Fadli, aku juga hamil anakmu." Aku terjebak di antara dua wanita—ibu dan anak—yang sama-sama mencintaiku, sama-sama mengandung anakku. Skandal ini akan mengguncang rumah mewah ini. Tapi kami memilih untuk tetap bersama. Sara dan Amel saling memaafkan, saling menerima, dan memilih untuk berbagi cintaku. Kini kami hidup sebagai satu keluarga besar. Aku memiliki dua istri, tiga anak, dan cinta yang tidak pernah kuduga sebelumnya. Kami tidak sempurna. Kami penuh kontroversi. Tapi kami bahagia. Dan tidak ada yang bisa memisahkan kami. Sebuah kisah tentang cinta terlarang, keluarga yang tidak biasa, dan keberanian untuk melawan norma demi kebahagiaan.
Seorang pembantu desa yang tampan. Nyonya besar yang kesepian. Nona muda yang polos. Dua wanita yang sama-sama menginginkan pria yang sama. Sebuah rahasia yang terjaga selama berbulan-bulan. Dua kehamilan yang mengubah segalanya. Sara dan Amel, ibu dan anak, sama-sama mengandung anak Fadli. Mereka memilih untuk tetap bersama, saling memaafkan, dan berbagi cinta. Kini mereka hidup sebagai satu keluarga besar, dengan tiga anak yang lucu dan rumah yang penuh tawa. Di ujung cerita, sebuah kejutan yang tidak akan pernah kamu duga. BAGAIMANA AKHIR DARI CINTA YANG HARUS BERJUANG MELAWAN NORMA, STATUS, DAN HUBUNGAN KELUARGA? APAKAH MEREKA AKAN BERTAHAN?
Baca cerita selanjutnya.... di sini
21+ OB Penanam Benih di Kantor
**"Hanya butuh tiga puluh hari bagiku untuk meruntuhkan moral seluruh wanita di lantai kantor ini. Aku Doni, office boy baru. Bukan siapa-siapa. Gajimu sehari bisa setara dengan pendapatanku sebulan. Tapi di matamu... aku adalah sesuatu yang berbeda. Aku tahu kalian memandangku saat aku menyeka meja. Aku tahu kalian berbisik saat aku lewat. Aku tahu kalian mendambakan sentuhanku di malam yang sunyi. Dan aku memberikannya. Satu per satu, dari staf administrasi yang polos hingga ISTRI CEO yang anggun, mereka datang padaku. Bukan aku yang mendekati mereka. Merekalah yang merelakan martabatnya demi satu malam dalam pelukanku. Di ruang rapat gelap setelah jam kerja. Di hotel-hotel diskret di pinggiran kota. Di apartemen mewah mereka saat suami sedang keluar kota. Di taman sepi di tengah malam. Dan mereka tidak tahu bahwa di saat yang sama, aku juga memeluk wanita lain. Bahwa bibir yang aku cium tadi malam, juga mengecup wanita lain semalam sebelumnya. Bahwa bisikan cinta yang aku ucapkan di telinga Linda, adalah kalimat yang sama persis dengan yang aku bisikkan pada Mia, Rina, Vina, Siska, Dewi, dan Yuli. Mereka tidak tahu. Sampai suatu pagi, ketika garis merah muda itu muncul di test pack mereka satu per satu..."
Apa yang terjadi ketika tujuh wanita di kantor yang sama, dari latar belakang berbeda—ada yang masih lajang, ada yang sudah berkeluarga, ada yang bahkan istri atasanmu sendiri—hamil oleh pria yang sama? Mampukah mereka menyembunyikan rahasia ini? Siapa yang akan hancur duluan? Apakah Doni akan bertanggung jawab? Dan yang paling mengkagetkan... APA YANG AKAN DILAKUKAN SANG CEO KETIKA TAHU ISTRI NYA SENDIRI MENGANDUNG ANAK OB KANTORNYA?
Bukan sekadar skandal. Ini adalah ledakan yang akan menghancurkan segalanya. Termasuk hal yang tidak akan pernah kamu duga di bab-bab terakhir.
________________________________________
Bayangkan seorang pemuda desa, baru sebulan bekerja, tiba-tiba menjadi pusat perhatian seluruh wanita di kantor. Tubuh atletisnya, senyumnya yang menawan, tatapan matanya yang dalam... membuat siapa pun yang melihatnya luluh. Satu per satu, para wanita itu jatuh. Bukan karena ia menggoda. Bukan karena ia merayu. Tapi karena mereka sendiri yang datang, yang merayu, yang memintanya untuk mencintai mereka. Dan Doni, pemuda polos yang awalnya hanya ingin bekerja dengan jujur, perlahan-lahan terjerumus ke dalam pusaran dosa yang tidak pernah ia bayangkan.


No comments:
Post a Comment