Addense

Tuesday, 28 July 2026

Jadi tkw



 Demi calon suami aku rela jadi TKW, dia jadi Tentara juga berkat bantuanku. Tapi setelah sukses aku malah dicampakkan katanya aku gendut dan gak selevel dengan nya. Baik, tunggu pembalasanku mas


Siapa Suruh Batal Nikah

Anin baru saja menyelesaikan pekerjaannya saat menerima telpon dari Vino. Lelaki yang telah menjalin hubungan dengannya selama 3 tahun terakhir ini. Rencananya mereka akan menikah 3 bulan lagi setelah Anin selesai kontrak kerja di Taiwan.


"Maaf, Nin. Aku sudah dijodohkan dengan perawat."


Anin tidak terkejut sama sekali. Sebenarnya beberapa hari yang lalu teman Kampungnya sudah menelpon.


"Aku dengar sendiri Nin, Vino sering meledek kamu. Dia mempermasalahkan pekerjaan kamu yang hanya seorang TKW sementara dirinya sekarang ini sudah menjadi tentara. Dia juga bilang kalau dia ingin punya istri yang bisa diajak kondangan."


Anin menatap wajahnya di cermin. Memang dia memiliki tubuh yang lumayan subur, dengan wajah yang penuh jerawat. Tapi itu adalah wajahnya tiga tahun yang lalu. Beda dengan wajahnya yang sekarang.


 Akibat pergaulan dan juga pengaruh kantong tebal, Anin telah menjelma menjadi wanita cantik dan langsing. Wajahnya tak lagi berjerawat setelah rajin memakai skincare. Kulitnya yang kusam juga telihat lebih segar setelah minum vitamin dari salon kecantikan.


Cuma memang selama ini Anin tak pernah video call dengan Vino karena majikannya tak mengizinkan dia main hp sering-sering. Bahkan untuk menelpon biasa saja harus menunggu malam ataupun saat waktu longgar. 


Kalau Vino minta foto, Anin memang hanya akan memberikan foto lama saat dirinya masih gendut. Anin Ingin memberikan kejutan pada Vino saat pulang nanti.


"Ibunya juga, ih..kalau lihat aku geram. Bisa-bisanya loh dia itu menghina kamu, katanya kamu gak cocok dengan anaknya yang berpangkat. Apa dia lupa ya, kalau kamu itu banyak berjuang demi Vino. Atau pura-pura amnesia."


Selama di Taiwan memang Anin banyak sekali membantu keuangan Vino. Bahkan saat masuk tentara juga memakai uang Anin. Bahkan saat orang tua Vino membuat rumah Anin juga membantunya. Bukan tanpa alasan Anin membantu lelaki itu, semua itu karena Vino sangat pandai merayu Anin. Memberikan harapan-harapan palsu yang membuat Anin terlena.


"Nin, kamu masih di situ kah?"


Pertanyaan Vino menyadarkan Anin dari lamunan. 


"Iya aku dengar. Kamu benar-benar tega. Ya padahal aku sudah berkorban banyak untukmu," ujar Anin. 


Walaupun dia sudah siap tetapi hatinya tetap saja merasa sakit mendengar ungkapan dari Vino. 


"Ya habis mau bagaimana lagi. Ibu inginkan aku menikah dengan orang setara denganku. Aku kan tentara masa menikah dengan pembantu," jawab Vino tanpa mengerti perasaan Anin. 


"Hina banget ya pekerjaan pembantu bagi keluargamu. Padahal karena pekerjaan ini aku bisa menolong kamu masuk jadi tentara. Membantu Kamu memperbaiki rumah ibumu. Tapi sayang habis manis sepah di buang," sinis Anin..


Dada terasa sakit, jiwanya tiba-tiba saja hancur. Berkorban selama bertahun-tahun tapi pada akhirnya dia ditinggalkan begitu saja hanya karena status. 


"Ya aku berterima kasih banget karena kamu sudah membantu aku. Aku nggak akan lupa kok, cuma ya namanya jodoh dan takdir itu kan ada di tangan Tuhan. Jadi aku harap kamu terima."


Anin menarik nafas, ringan sekali mulut Vino mengatakan hal seperti itu. 


"Calonku yang kemarin fotonya Aku nggak di Facebook. Kamu lihat kan?"


"Iya aku lihat, cantik," jawab Anin. 


"Iya, cantik dan langsing, beda sama kamu," jawab Vino sambil tertawa," bercanda," lanjut lelaki itu.


"Beneran juga nggak apa-apa kok. Aku juga sadar diri aku ini gak cantik, tubuhku juga tidak menarik. Makanya kamu ninggalin aku," jawab Anin.


"Ehm, nggak gitu juga kali. Ya mau bagaimana lagi Aku ini kan anak satu-satunya jadi aku harus bisa berbakti kepada orang tua. Aku gak mau dicap sebagai anak durhaka kalau menolak keinginan orang tuaku."


Anin tersenyum.


"Kalau dia pilihan kamu juga nggak masalah kok nggak usah pakai berkedok dijodohkan sama orang tuamu. Jujur saja, karena Emang dia lebih cantik kok dari aku,"sengit Anin.


Dia memang sudah lama tahu kalau Vino menjalin hubungan dengan seorang perempuan. Dia juga tahu dari beberapa bulan yang lalu bahwa Vino selama ini hanya memanfaatkan dirinya makanya dia sudah mulai pelit dengan laki-laki itu dan mulai mengumpulkan uangnya. 


"Eh enggak kok, sumpah. Aku dijodohkan sama orang tuaku," jawab Vino gugup.


"Ya, ya. Aku terima kok, memang orang jelek seperti aku selalu menjadi pelampiasan saja."


"Kok kamu malah ke mana-mana sih. Serius, Aku dijodohkan sama orang tuaku. Dan aku nggak bisa menolaknya."


Anin tersenyum getir.


"Oya, aku kan mau menikah satu bulan lagi Jadi sebelum kamu pulang Indonesia Aku sudah menikah. Apa kamu gak ingin memberikan hadiah untukku. Ya walau bagaimanapun kan kita ini pernah dekat."


Anin mengkerutkan keningnya.


"Maksudnya?"


"Gini, calon istriku minta mahar komplit. Uang, kendaraan dan juga perhiasan. Untuk uang dan juga kendaraan dan lain-lain sudah siap hanya tinggal perhiasan saja. Kamu bisa berikan hadiah itu untukku, gak banyak kok cuma 10 juta saja. Iya kamu tahu sendiri dong gajiku kecil, masa iya aku harus maling supaya bisa memberikan mahar untuknya," jawab Vino tanpa rasa malu.


"Kamu minta uang padaku untuk membelikan mahar istrimu. Dasar kadal, mokondo tak tau diri. Sory ya dulu memang aku terlalu bucin sama kamu sehingga aku bodoh tapi sekarang ini maaf. Kamu mau maling kek, mau nyopet kek untuk membelikan mahar istrimu itu urusanmu!"


Anin langsung mematikan panggilan dia sungguh kesal dengan sikap Vino. Lelaki itu sungguh tak tau diri, sudah menyakiti tapi masih berani meminta.


Anin menatap dirinya di cermin, dia tersenyum melihat perubahan dirinya. Baju-bajunya sekarang semakin kebesaran, kulitnya juga terlihat lebih bersih dan fresh. 


"Tunggu ya, aku akan berikan kejutan untuk kamu dan ibumu."


Sementara itu di Indonesia tepatnya di sebuah rumah Vino sedang bersama kekasihnya. 


"Mas, apa kamu undang mantan kamu nanti ke pernikahan kita?"tanya Nayla. Gadis cantik berprofesi perawat calon istri Vino.


"Undang dong, biar dia tau kalau dapat perempuan yang emang jauh lebih cantik dari dia. Biar dia sadar kalau dia gak pantas untuk aku. Masa iya aku yang tampan dan tentara begini dapat karung beras seperti dia."


Vino tertawa puas dia membayangkan tubuh Anin yang gendut dan hitam dulu tanpa tau kalau Anin sekarang sudah upgrade cantik seperti artis.


Semoga jantung Vino baik-baik saja saat melihat Anin nanti.

Bersambung...

No comments:

Post a Comment