Addense

Monday, 20 July 2026

Istri ke2 pilihan mertua

 ISTRI KEDUA PILIHAN MERTUA



NIATNYA INGIN MEMBUATKU CEMBURU, PADAHAL MERTUAKU SEDANG MENUNJUKKAN BEGITU BRENGSK PUTRANYA


Part


Semalaman aku terus memikirkan perkataan Sela. Namun, aku juga harus mempertimbangkan semua dengan matang sebelum mengambil keputusan yang pastinya akan kusesali seumur hidupku.


“Jadi mau pulang ke rumah dulu atau langsung ke kantor?” tanya sela sambil terus menyetir.


“Ke kantor saja,” jawabku tanpa mengalihkan pandanganku dari jalan.


“Oke.”


Sela ban ting setir ke kanan menuju kantor. Lima menit perjalanan akhirnya dia memarkirkan mobilnya tepat di depan gedung kantor. “Yakin eggak mau ketemu sama suami?”


Aku hanya mengedikkan bahu seolah tak ingin menjawab perkataan Sela. “Aku masuk dulu ya.”


Tepat saat aku melangkah, terdengar suara panggilan masuk. Dari kemarin di tunggu, baru hari ini Mas Dewa menghubungiku. Ada rasa tak ingin mengangkat panggilannya. Namun, aku yang tak bisa abai pun langsung mengangkat panggilannya.


“Assalamualaikum.”


[Kamu di mana, dari kemarin kamu enggak pulang?]


“Apa Mas baru datang ke rumah?”


[Kenapa malah balik tanya. Kamu habis dari mana, pulang ke Ibu? Mas kan udah bilang jangan ke rumah Ibu sendirian, Mas malu tau enggak!]


“Malu hanya karena masalah sepele, lalu Mas enggak malu nikah sama istri kedua tanpa diketahui orang tuaku?”


Hening, aku yakin dia sedang berpikir keras memberikan jawaban yang tepat agar aku tidak bisa membalikan ucapannya.


[Kamu di mana, aku jemput sekarang?]


"Aku lagi di kantor," jawabku. Kesal, jelas karena Mas Dewa lagi-lagi tak menyelesaikan masalah yang dia buat.


[Nanti sore Mas jemput, jangan lupa sarapan. Kamu suka lupa sarapan dan membuat maag mu kambuh.]


"Hm." Aku mengakhiri panggilannya secara sepihak karena ada panggilan masuk. "Halo."


[Calisa, ini Ibu. Bilangin Dewa suruh jemput Intan sekarang, katanya mau ngajak jalan.]


Deg


Hatinya benar-benar sakit mendengar ucapan mertuaku. Bagaimana bisa dia menghubungiku hanya untuk menyuruh putranya menjemput istri keduanya.


"Apa nomor Mas Dewa hilang di kontak Ibu atau Ibu hanya ingin membuatku sakit hati? Ayolah Ibu, aku bukan anak kecil yang bisa Ibu adu domba begitu saja!"


[Dasar menantu tidak tahu diri. Harusnya Dewa sudah mence raikan kamu dari dulu, kelakuannya aja minus seperti ini apa yang mau di pertahankan.]


"Iya Ibu bujuk Mas Dewa agar mence raikan aku. Bukannya Ibu bilang Mas Dewa selalu menomor satukan Ibu, suruhlah dia cer aikan aku apa lagi sekarang dia udah punya istri pilihan Ibu. Udah ya Bu, jangan hubungi aku lagi. Oops lupa, kalau selama ini Ibu blokir nomor aku, blokir lagi saja."


Setelah mengatakan itu kuma tikan panggilannya. Perse tan dia marah kepadaku atau mengadukan aku ke putranya. Aku sudah tidak peduli karena kali ini aku tidak akan diam saja di rendahkan seperti itu oleh mereka.


Judul : ISTRI KEDUA PILIHAN MERTUA

No comments:

Post a Comment