Ada berbagai hal yang bisa dilakukan oleh pasangan long distance relationship (LDR), salah satunya dengan membaca dongeng romantis sebelum tidur. Selain menciptakan momen kebersamaan, membaca cerita dongeng sebelum tidur yang romantis diharapkan juga dapat menjadi kegiatan menyenangkan untuk dilakukan berdua, meski tengah berjauhan. Berikut pilihannya.
Seperti yang diketahui, saat mengalami LDR, setiap pasangan tentu mengupayakan untuk tetap menjalin komunikasi yang baik. Meskipun terpisah jarak dan waktu, tidak sedikit pasangan yang ingin melakukan berbagai kegiatan bersama di waktu luang mereka.
Salah satu referensi kegiatan yang bisa dilakukan adalah dengan berbagi cerita dongeng bergenre romantis untuk dibaca bersama-sama. Setiap pasangan dapat saling mengirimkan sebuah dongeng agar bisa dibaca sebelum tidur.
yang tengah mencari referensi cerita dongeng sebelum tidur, terdapat beberapa pilihan yang akan dirangkum dalam artikel ini. Baca sampai habis informasinya berikut ini.
8 Cerita Dongeng Sebelum Tidur yang Romantis
Tidak hanya berisikan kisah romantis terkait dengan percintaan, ada juga dongeng yang bermakna mendalam tentang kehidupan. Genre ini cocok dibaca bersama dengan orang-orang terkasih. Dihimpun dari laman Storyberries, Love You English, hingga Book Zoo berikut kumpulan contoh cerita dongeng sebelum tidur untuk diberikan kepada mereka yang terkasih.
Cerita Dongeng Romantis untuk Dibaca Sebelum Tidur #1
Dahulu kala, di sebuah desa kecil yang dikelilingi oleh bukit-bukit dan hutan, hiduplah seorang wanita muda bernama Elara. Ia dikenal karena kecantikannya, rambut hitam panjang, dan mata yang berkilau seperti bintang.
Elara bekerja keras di pertanian keluarganya. Ia mengurus tanaman dan hewan. Namun, jauh di lubuk hatinya, ia mendambakan lebih. Ia memimpikan kegembiraan, gairah, dan cinta yang akan membakar hatinya.
Pada suatu malam musim panas yang hangat, saat matahari terbenam dan mewarnai langit dengan warna merah muda dan jingga, Elara memutuskan untuk berjalan-jalan di ladang. Udara beraroma bunga, dan suara jangkrik memenuhi malam yang tenang.
Saat ia berjalan, ia menemukan hutan tersembunyi. Di tengahnya berdiri pohon ek, cabang-cabangnya menyebar seperti lengan terbuka. Elara merasa tertarik padanya, seolah-olah pohon itu memegang kunci mimpinya.
Ia mendekati pohon itu dengan jantung yang berdebar kencang. Di bawah naungannya, ia melihatnya-seorang pria dengan mata gelap dan senyum yang membuat jantungnya berdebar kencang.
Ia melangkah maju dan berkata, "Aku sudah menunggumu." Suaranya manis, seperti madu.
Jantung Elara berdebar kencang. Ia mengulurkan tangan dan menyentuh pipinya dengan lembut. Elara memejamkan mata dan merasakan percikan listrik.
Keesokan paginya, Elara tahu hidupnya telah berubah selamanya. Ia tidak hanya menemukan cinta, tetapi juga hubungan yang mendalam. Sejak saat itu, ia dan kekasih misteriusnya bertemu di hutan, cinta mereka semakin kuat setiap hari. Apa pun rintangannya, cinta mereka tetap menyala terang.
Cerita Dongeng Romantis untuk Dibaca Sebelum Tidur #2: It's Alright, It's Okay
Lucy adalah gadis kecil yang tidak menyukai apa pun, kecuali bermain dengan temannya, bernyanyi, dan bermain gim.
Setiap hari Senin, Lucy pergi ke kelas menari pemula. Dirinya sangat mencintai aktivitas itu. Dia mendapatkan begitu banyak teman, dia menyukai gurunya, dan membuatnya belajar banyak tentang gerakan tari.
Tetapi saat dia sudah berusia 11 tahun, ia ingin memiliki kemampuan yang lebih dibandingkan sebelumnya. Dia merasa sudah tumbuh lebih dewasa, bahkan kelasnya juga berubah.
Tahun depan, dirinya harus naik ke kelas baru di sekolah yang baru, dan akan mendapatkan teman yang baru.
Lucy merasa segalanya tidak adil. Dirinya bahkan tidak khawatir untuk mengungkapkan ketidakadilan yang dirasakan olehnya.
Ibunya selalu berkata, "Tidak apa-apa, semuanya akan baik-baik saja," untuk menenangkan Lucy.
Suatu ketika saat hari Senin kembali datang, Lucy yang sedang bersiap mengikuti kelas menari, tiba-tiba ibunya berkata, "Maaf Lucy, kelas menari sekarang berubah jadi hari Selasa."
Lucy kembali mengungkapkan perasaannya dengan mengatakan itu semua tidak adil.
Dan selalu, sang ibu berkata, "Tidak apa-apa, semuanya akan baik-baik saja."
Hari-hari yang dilalui Lucy dengan banyak hal yang membuatnya sedih dan kesal, selalu ditenangkan oleh ibunya dengan kalimat, "Tidak apa-apa, semuanya akan baik-baik saja."
Dan, tebak apa yang terjadi?
Yup, itulah endingnya.
Lucy menyadari semuanya akan berjalan baik-baik saja selama dirinya menjalaninya.

No comments:
Post a Comment