Padahal aku sangat mencintai suamiku dan percaya sama dia. Bisa-bisanya dia mengkhianati kepercayaanku dan berseling kuh dengan sepupu ku. Kalian bisa bayangkan betapa han cur hatiku. Tapi, aku nggak akan tinggi diam. Lihat saja apa yang bisa aku lakukan…
MEMBO DOHI GUN DIK SUAMIKU (GUN DIK ITU SALAH PILIH LAWAN)
Baru saja Aqeela hendak merebahkan tu buhnya yang sudah gampang lelah, tiba-tiba kontraksi itu datang. Terasa sak it, kemudian hilang. Namun sa kit lagi, dan hilang lagi.
Oke, Aqeela mulai menghitung frekuensi kontraksinya seperti yang dokter kandungannya ajarkan. Yah, dia yakin kali ini sepertinya si tampan Bubuinya akan keluar. Dia sudah mempersiapkan semuanya.
“Bi!”
“Ya, Nyonya.”
“Siapkan semuanya. Saya akan segera mela hirkan. Oh iya, sebelum itu tolong ambilkan HP saya di meja sana.”
“Baik, Nyonya.”
Aqeela hendak menelepon suaminya, Romeo. Suaminya pasti akan senang menyambut kehadiran buah hati mereka.
Semua kejadian berjalan begitu cepat. Begitu sampai di ru mah sak it, Aqeela langsung mendapat perawatan VVIP. Dengan penanganan para dokter profesional, Aqeela berhasil mela hirkan ba yi laki-laki yang sehat dan tampan.
“Kita harus cepat, sayang. Aqeela sudah melahirkan an aknya.”
“Iya, iya. Aku tau. Kamu sudah mempersiapkan semuanya, kan?”
“Sudah. Dokter, rua ng operasi, perawat yang akan tutup mulut … semua sudah siap. Kamu harus segera sampai sekarang juga.”
“Oke. Aku sudah dekat. Tunggu aku.”
Romeo panik. Bukan karena istrinya masih di ru ang bersalin. Bukan juga karena ia memikirkan bia ya perawatan. Tapi karena rencana besar yang akan segera ia lakukan.
Ya, Romeo memang suami dari Aqeela Reinaldy. Tapi jauh sebelum ia mengenal Aqeela, dia sudah berpacaran dengan Cassandra, sepupu Aqeela, selama tiga tahun.
Apakah mereka putus? Tentu tidak. Dari awal Romeo dan Cassy adalah dua makhluk tidak punya hati. Cassy yang tau Romeo sedang membutuhkan banyak sekali da na untuk proyeknya, mengatur rencana agar Romeo bisa memiliki Aqeela.
Rencananya berjalan mulus. Ternyata Aqeela lebih polos dari yang mereka bayangkan. Cassy dengan wajah manisnya membujuk Aqeela yang memang sangat dekat dengannya untuk mau menerima Romeo sebagai suaminya.
Tapi, pada saat Romeo sedang melakukan rencana untuk mengalihkan semua aset Aqeela kepada dirinya, Aqeela malah ha mil. Aqeela sangat bahagia dengan keham ilannya.
Cassy yang tau tentu ma rah besar. Tapi Romeo berhasil meyakinkan kalau yang ia cintai hanyalah Cassy. Dan sepertinya Sang Pencipta merestui rencana mereka, Cassy juga ternyata h amil.
Mereka langsung merencanakan hal yang tidak masuk akal, menukar an ak Aqeela dengan an ak mereka. Romeo sudah memastikan kalau jenis kelamin a nak mereka sama. Jadi, dia tinggal menyuap dokter dan perawat agar rencananya bisa berjalan mulus.
Rencananya berjalan mulus. Ternyata Aqeela lebih polos dari yang mereka bayangkan. Cassy dengan wajah manisnya membujuk Aqeela yang memang sangat dekat dengannya untuk mau menerima Romeo sebagai suaminya.
Tapi, pada saat Romeo sedang melakukan rencana untuk mengalihkan semua aset Aqeela kepada dirinya, Aqeela malah ha mil. Aqeela sangat bahagia dengan keham ilannya.
Cassy yang tau tentu ma rah besar. Tapi Romeo berhasil meyakinkan kalau yang ia cintai hanyalah Cassy. Dan sepertinya Sang Pencipta merestui rencana mereka, Cassy juga ternyata h amil.
Aqeela benar-benar mencintai suaminya. Selama ini ia tidak pernah menaruh curiga apapun pada suaminya. Tapi kali ini ia harus tau kebenarannya.
Aqeela mengatakan kalau ia lelah dan meminta suster membawa bay inya dan juga meminta suaminya untuk keluar. Tanpa curiga Romeo langsung keluar dan langsung berlari ke ka mar Cassy.
Sementara Aqeela menghubungi, Junet, asistennya yang setia.
“Junet, ada yang berani main-main sama gue. Cari a nak gue! Gue yakin yang sekarang mereka bilang ana k gue bukan a nak gue. Gue mau tau kebenarannya sekarang juga.”
“Baik, Bos.”
Telepon dima tikan. Aqeela merasa sangat kesal. Siapa yang berani-berani mempermainkannya. Pemilik perusahaan elektronik nomor satu di Asia Tenggara. Siapa yang tidak kenal nama Aqeela.
Entah mengapa hatinya mengatakan ada fakta yang akan meny akitkan untuk ia ketahui.
‘Romeo, jangan coba macam-macam denganku. Karena sekali saja kamu mengkhi anati cintaku, maka kamu akan aku hanc urkan sampai berkeping-keping.’
Tak lama telepon Aqeela berbunyi, dari Junet.
“Ya?”
“Saya melapor, Bos. Sepupu anda Cassy juga baru mel ahirkan dengan cara caesar di rum ah sa kit yang sama. Kuat dugaan kalau dialah dalang yang telah menukar an ak anda dengan ana knya. Untuk saat ini saya sendiri yang akan menyelidikinya lebih lanjut.”
“Oke. Aku mau bukti, bukan cuma dugaan. Cari tau semuanya sampai jelas. Apa motifnya.”
“Baik, Bos. Segera saya laksanakan.”
Telepon pun terp utus.
Sementara Romeo sedang bermes raan dengan Cassy di ka mar rum ah s akit. Bi bir mereka saling berta ut, seperti sedang merayakan kemenangan mereka. Yang mereka tidak tau, lawan mereka tidak sebo doh yang mereka pikir.

No comments:
Post a Comment